Jumat, 31 Januari 2014

Inilah Proyek Properti Sebesar Rp4 Triliun

Sebagai langkah pengembangan bisnis di tahun 2014 ini PT Realindo Sapta Optima akan mengembangkan empat proyek properti di Bali dan Jakarta yang di taksir senilai Rp4 Triliun.

Berikut Daftar Keempat Proyek Properti yang dikembangkan:
  1. La Foret Vivante (Apartement eksklusif yang berlokasi di Permata Hijau, Jakarta Selatan.)
  2. Office Tower (Gedung perkantoran premium yang berlokasi di jalan Gatot Subroto, Jakarta)
  3. Apartement Premium dengan merek Internasional yang berlokasi di Senayan, Jakarta Selatan.
  4. The Stones Hotel & Villa, Ubud, Bali.

Info Proyek, The Stones, Hotel, Legian Bali, Bali
Sumber foto: http://loyaltylobby.com


Raja Sapta Oktohari yang juga selaku CEO dari Realindo Sapta Optima (RSO) mengatakan bahwa bisnis properti itu masih sangat menjanjikan. "Maka dari itu kami tanpa ragu melakukan  ekspansi ke berbagai wilayah, baik itu dalam ataupun luar negeri," ujarnya.

Menurut ketua umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu, salah satu kendala yang paling utama adalah skema pembiayaan. Pengembang dinilai terlalu bergantung dengan suku bunga kredit. Hal itu akan mempengaruhi pembentukan nilai jual properti.

"Kita akan memakai gaya baru dalam bisnis properti, terutama dalam masalah pembiayaan proyek. Dengan begitu, pembentukan harga ditingkat konsumen akanlebih stabil dan tentunya pembiayaan kreditnya pun akan lebih fleksibel," katanya.

RSO juga mengakui telah melakukan kerjasama dengan Marriott Internasional. Pada Kamis (23/01/14). Mereka sudah menandatangani nota kesepahaman untuk proyek properti yang nantinya akan memakai nama The Stones Hotel & Villa - Ubud, Bali.

Kamis, 30 Januari 2014

Tahun Ini Pegadaian Berencana Bangun Lima Hotel

Perusahaan Persero Pegadaian semakin mengembangkan sayapnya dalam dunia bisnis, tepatnya di bidang properti. Tahun ini, PT Pegadaian akan membangun lima hotel.



Suwhono, selaku Direktur Utama Pegadaian telah mengaku sudah menyiapkan dana modal belanja untuk perusahaan sebesar Rp 700Miliar. "Sebagian besar dana itu dialokasikan untuk pembangunan kelima hotel tersebut,"Ungkapnya.

Suwhono juga menjelaskan, Kelima Hotel itu masing-masing akan dibangun di lima kota berbeda, yang mana kota-kota tersebut adalah Makassar, Pekanbaru, Solo, Surabaya dan Yogyakarta.

Kedepannya, Pengelolahan hotel itu akan ditangani oleh anak perusahaannya, yang mana saat ini sedang menjalani proses persetujuan pemegang saham. Hotel tersebut akan dibangun di lahan-lahan milik perusahaan sendiri, jadi hal ini tidak akan memakan biaya tambahan untuk pembebasan lahan.

Suwhono memperkirakan harga untuk satu hotel nanti sekitar Rp 80 Miliar dan itu dibangun diatas lahanmilik perusahaan (Pegadaian).

Suwhono juga mengakui telah bekerja sama dengan Hutama Karya dan Waskita yg juga perusahaan konstruksi milik pemerintah, sebagai kontraktor. Perseroan menargetkan konstruksi kelima hotel itu tuntas pada 2014.


Tahun Ini Protelindo Siap Perbanyak Menara BTS

PT Protelindo (Profesional Telekomunikasi Indonesia) yang juga anak perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ini telah mengaku siap untuk memperbanyak juga mengakuisisi pembangunan menara Base Transceiver System (BTS). "Kami Siap, karena kami punya neraca yang kuat," ujar Adam Gifari, selaku Direktur Utama Protelindo.

Jual Pagar BTS Harga Murah, Pabrik Pagar BRC, Jakarta, Distributor


Ia juga menyebutkan, dana sebesar Rp3 triliun telah disiapkan Protelindo. Dengan itu, sejumlah aksi korporasi besar dapat dilakukan perseroan tanpa perlu menambah porsi pinjaman dari pihak perbankan.

Saat ini status Protelindo sendiri sedang proses akuisisi anak usaha PT Telkomsel, Mitratel. Selain Protelindo, pihak lain yang juga turut menyatakan minat adalah PT Tower Bersama Tbk (TBIG).





Anda Butuh Pagar BTS ? Harga Pabrik,Kualitas Terbaik!! Kunjungi >> PAGAR BTS

Ingin lihat Produk kami lainnya? Kunjungi >> PRODUK KAMI

Selasa, 28 Januari 2014

Tahun ini REI Susun Database Perumahan Nasional

Tahun 2014 ini, REI (Realestate Indonesia) Akan menyusun informasi perumahan nasional, guna mengatasi permasalahan backlog (kelangkaan hunian) di Indonesia.

''Pihak kami telah berencana merampungkan penyusunan info tersebut ditahun 2014 ini," tutur Eddy Hussy (Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia).
Info Proyek, Pembangunan, Realestate Indonesia, Database
Sumber Gambar

 Melalui info tersebut, pemerintah dapat memetakan permasalahan perumahan juga membentuk kebijakan secara terukur dengan hasil efektif.

Tentang pembangunan perumahan, Indonesia belum memiliki info yang valid. Harusnya itu sangat penting, Kementerian Perumahan Rakyat wajib punya," katanya, Senin (27/1/2014)

Upaya itu, merupakan lanjutan dari penyusunan berbagai kajian dan juga masukan kepada pemerintah terkait kebijakan pembangunan perumahan dalam buku cetak biru Realestate Indonesia, Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang juga disusun oleh REI.

Dia menambahkan info tersebut juga dapat mendukung para pengembang dalam menentukan rencana investasi mereka.

Informasi proyek lainnya silakan kunjungi halaman berikut >> INFO PROYEK

Senin, 27 Januari 2014

TENTANG KAMI

PABRIK PAGAR BRC...

Jual Pagar BRC Murah, Distributor Jakarta




Memenuhi kebutuhan toko besi dan proyek anda berapapun permintaanya.

  Kami memproduksi Pagar BRC Hot Dip Galvanized, dan Electro Plating berlokasi di Jl. Bayangkara No 25 Alam Sutera Tangerang. Kami memproduksi Pagar BRC segala ukuran beserta Kawat Duri, Besi Beton, Plat, Siku, Besi UNP, Pipa Baja, Besi WF dengan harga bersaing dan kualitas yang baik, untuk kebutuhan pemagaran Tower BTS, Jalan, Gedung, Pabrik, Bandara, Perumahan. Keunggulan pagar BRC selain dari harga yang relatif murah.
Pemasangannya yang sangat mudah dan praktis sehingga sangat disukai, bahkan untuk keindahan rumah sekalipun. Pagar kami siap pasang yang terbuat dari lembaran jaring kawat baja las dan kami bisa mendesaign sesuai permintaan anda baik pagar,pintu,tiang yang anda minta. Dan harga yang kami tawarkan adalah sudah termasuk semua ACCESSORIES DAN PENGIRIMAN UNTUK WILAYAH JAKARTA (franco jakarta).

Hot Dip Galvanized dan Electro Pleating

T60cm x L240cm x dia.kawat 5mm
T60cm x L240cm x dia.kawat 5,5mm

T60cm x L240cm x dia.kawat 6mm

T90cm x L240cm x dia.kawat 4mm

T90cm x L240cm x dia.kawat 5mm
T90cm x L240cm x dia.kawat 5,5mm
T90cm x L240cm x dia.kawat 6mm
T90cm x L240cm x dia.kawat 7mm
T90cm x L240cm x dia.kawat 8mm


T120cm x L240cm x dia.kawat 5mm
T120cm x L240cm x dia.kawat 5,5mm
T120cm x L240cm x dia.kawat 6mm
T120cm x L240cm x dia.kawat 7mm
T120cm x L240cm x dia.kawat 8mm


T150cm x L240cm x dia.kawat 6mm
T150cm x L240cm x dia.kawat 7mm
T150cm x L240cm x dia.kawat 8mm


T175cm x L240cm x dia.kawat 6mm
T175cm x L240cm x dia.kawat 7mm
T175cm x L240cm x dia.kawat 8mm


T190cm x L240cm x dia.kawat 6mm
T190cm x L240cm x dia.kawat 7mm
T190cm x L240cm x dia.kawat 8mm


T240cm x L240cm x dia.kawat 6mm
T240cm x L240cm x dia.kawat 7mm
T240cm x L240cm x dia.kawat 8mm

Tiang BRC Hot Dip Galvanized
Tinggi 90cm  -  120cm x dia. 1 1/2" & 2"
Tinggi 120cm - 150cm x dia. 1 1/2" & 2"
Tinggi 150cm - 200cm x dia. 1 1/2" & 2"
Tinggi 175cm - 225cm x dia. 1 1/2" & 2"
Tinggi 190cm - 240cm x dia. 1 1/2" & 2"
Tinggi 240cm - 300cm x dia. 2"



Segera Hubungi : RONALD .ST

FixLine : 021- 29483795
HP         : 
081281884777 / 0812 932 88588 / 085772007009 / 081807118712
Mobile  : 021- 35891020









Email : givro.multitek@gmail.com
http://www.pabrikpagarbrc.com

Sabtu, 25 Januari 2014

Waduk Tahan Banjir senilai Rp1,9 Triliun Dibangun 2015

INFO PROYEK-BOGOR | Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, juga Kementerian Pekerjaan Umum (KPU) segera membangun Waduk Ciawi, Bogor untuk menahan banjir di ketiga daerah tersebut.

Kesepakatan ini terwujud dalam kerangka rapat Forum Badan Kerja sama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) yang dihadiri para kepala daerah dan Diren Pengairan dan Sumber Daya Air Kementerian PU Muhammad Hasan di Bendung Katulampa, Bogor, Senin (20/1/2014).




Gubernur DKI JAKARTA Joko Widodo dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membahas secara rinci pelaksanaan pembangunan waduk yg selama ini baru sebatas rencana pemerintah. Waduk ini diperkirakan mampu mengurangi gelontoran air Sungai Ciliwung ke wilayah Jakarta saat musim hujan.

Kedua kepala daerah saling berharap pembangunan Waduk Ciawi ini benar-benar akan dimulai pada 2015. Proyek ini juga ditaksir menelan biaya tak kurang Rp1,9 triliun dan membutuhkan waktu pengerjaanyang cukup lama sekitar 3 tahun.

Dihubungi terpisah, Dirut PT Brantas Abipraya Bambang E. Marsono mengatakan bahwa perusahaan itu belum pernah membangun waduk di atas kondisi geologis tanah yang tidak memungkinkan ini.

Seperti yang diketahui, realisasi pembangunan Waduk Ciawi  terganjal masalah desain. Hingga kini, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PU masih mengkaji dengan seksama masalah desain tersebut.

Dengan kondisi tanah yang lembek, dinding waduk tidak boleh terlalu tinggi karena kekuatan tanah sangat diragukan dapat menahan debit air yang besar, sehingga dikhawatirkan jebol. "Saya rasa pembangunan waduk itu agak aneh," ujarnya.

Heryawan juga menilai, pembangunan waduk di Ciawi adalah langkah besar yang harus segera dilaksanakan untuk mengatasi banjir Jakarta. Menurutnya, selain waduk Ciawi masih ada satu waduk lain yang belum ditentukan lokasinya, namun diperkirakan di titik yang mengarah ke hilir.

Waduk ini diprediksi akan menampung aliran air yang selama ini penuh masuk ke Jakarta.

Sumber : Bisnis Indonesia (21/1/2014)

Jumat, 24 Januari 2014

KAWAT DURI

Barbed wire (Kawat Duri) dan Razor Wire (Kawat Duri Silet) merupakan material yang banyak digunakan untuk berbagai pengamanan yang terbuat dari kawat galvanis. Kawat Duri ini telah banyak digunakan sebagai pengaman di berbagai tempat seperti area property, perkebunan, kantor kedutaan, pengamanan polisi/ militer, dan lain-lain.

Jual Kawat Duri Murah, Info Harga Besi, Pabrik Pagar BRC, Distributor Jakarta


Jual Kawat Duri Murah, Pabrik Pagar BRC, Distributor Jakarta

Jual Kawat Duri Murah, Pabrik Pagar BRC, Distributor Jakarta

Jual Kawat Duri Murah, Pabrik Pagar BRC, Distributor Jakarta

Jual Kawat Duri Murah, Info Harga Besi, Pabrik Pagar BRC, Distributor Jakarta


Jual Kawat Duri Murah, Info Harga Besi, Pabrik Pagar BRC, Distributor Jakarta



Kami memproduksi kawat duri galvanis dan kawat duri silet galvanis untuk kebutuhan proyek dan toko besi anda.

 Pesan sekarang untuk mendapatkan harga terbaik dari kami.

Kami juga menyediakan Kawat Silet. Silakan Cek Disini >> KAWAT SILET

UNTUK INFORMASI PRODUK LAINNYA KUNJUNGI >> PRODUK KAMI


ANDA BUTUH KAWAT DURI MURAH??

UNTUK INFO PEMESANAN

HUBUNGI :

FixLine: 021-29483795

Tlp: 021-35891020

Hp: 081281884777 / 0812 932 88588 / 085772007009 / 081807118712

Email: 
givro.multitek@gmail.com

Rabu, 22 Januari 2014

Pembangunan Pabrik PKT 5 Selesai Juli 2014

Anak usaha dari PT Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur atau PKT menargetkan pembangunan pabrik PKT 5 selesai pada Juli 2014. Proyek ini yang mulai dikerjakan sejak September 2011 ini prosesnya sudah mencapai 85%.

"Sekarang memang banyak gangguan hujan, tetapi target kami tetap bisa tahun ini, yakni Juli 2014," kata Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Aas Asikin Isdat kepada Bisnis, Senin (20/1/2014).

Info Proyek, Pembangunan, Pabrik, Proyek 2014


Perlu diketahui, PT Pupuk Indonesia, induk BUMN pupuk, berencana membangun empat pabrik urea dalam 2 tahun ke depan dengan investasi Rp24 triliun (Rp6 triliun satu pabrik) guna merevitalisasi pabrik yang sudah tua dan tidak efisien.

Selain proyek PKT 5, pabrik lain yang direvitalisasi antara lain pabrik Pupuk Sriwidjaja 2B, pabrik milik Petrokimia Gresik 2 dan Pupuk Kujang 1C.

“Untuk PKT 5, bila sudah beroperasi nanti, pabrik PKT 1 tidak akan digunakan lagi. Pasokan gas untuk PKT 1 saja sekarang menggunakan gas yang harusnya untuk PKT V,” kata Aas.

Menurut Aas, total produksi urea Pupuk Kaltim mencapai 2,9 juta ton. Adapun PKT 1 memproduksi 700.000 ton. Nanti pada 2014 ada tambahan dari PKT 5 sebesar 1,1 juta ton, tetapi produksi PKT 1 hilang sehingga total produksi urea Pupuk Kaltim sekitar 3,3 juta ton.

SUMBER

Perbaikan Tanggul Kanal Banjir Barat Akan Segera Rampung

JAKARTA - Perbaikan tanggul Kanal Banjir Barat yang terletak di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, diperkirakan segera rampung dan merupakan bagian dari keseluruhan perbaikan, termasuk Pintu Air Manggarai dan Karet.

"Perbaikan tanggul Kanal Banjir Barat di Jalan Latuharhary saat ini memasuki tahap akhir, yaitu penyelesaian pengecoran dan pembersihan, progresnya sudah mencapai 95%," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum Danis Sumadilaga dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/1/2014)

Info Proyek, Perbaikan, Pembangunan, Proyek 2014, Tanggul Jebol, Banjir Kanal Barat




Menurut Danis, perbaikan tanggul Latuharhary merupakan bagian dari program perbaikan beberapa pekerjaan antara lain pintu air Manggarai dan Karet, optimalisasi Kanal Banjir Barat dan Kali Ciliwung dengan total biaya untuk pekerjaan Rp207 miliar.

Ia mengakui bahwa tahap awalnya mengalami kesulitan mobilisasi peralatan karena lokasinya melalui lintasan kereta api, serta pelaksanaan pemancangan dilakukan secara manual, namun pada saat ini tidak ada masalah.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dalam upayanya untuk menanggulangi banjir DKI Jakarta melakukan pembangunan penambahan pintu air di Manggarai dan Karet.

Saat ini, lanjutnya, tingkat kemajuan dari pekerjaan tersebut diperkirakan sudah mencapai lebih dari 85% dan ditargetkan rampung pada Juli atau Agustus
"Penambahan pintu air Manggarai akan dapat meningkatkan aliran debit air dari 330 meter kubik per detik menjadi 5OO meter kubik per detik. Sedangkan pintu air Karet akan menaikkan aliran air dari 500 meter kubik per detik menjadi 750 meter per detik," kata Danis.

Pekerjaan lainnya yaitu normalisasi tiga sungai meliputi Kali Pesanggarahan, Angke dan Sunter yang akan melebarkan kali menjadi 15-40 meter dari 7-15 meter, saat ini terus dikerjakan, dan tingkat kemajuan pembangunannya sudah mencapai sekitar 65%.

Pembebasan lahan kerap menjadi kendala dalam pembangunan sejumlah infrastruktur yang berguna dalam aktivitas penanggulangan banjir di berbagai daerah seperti di wilayah DKI Jakarta.

"Pembebasan tanah yang kerap menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur juga dihadapi dalam normalisasi Kali Ciliwung," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Iskandar.

Menurut Iskandar, normalisasi Kali Ciliwung bermanfaat guna melebarkan kali tersebut dari kondisi saat ini hanya 10-20 meter menjadi 50 meter. Untuk itu, pihaknya juga telah mengidentifikasi potensi normalisasi yang tidak memerlukan pembebasan lahan milik masyarakat.

Ia mengungkapkan, dari total 19 kilometer normalisasi Kali Ciliwung yang akan dilakukan, diperkirakan ada limakilometer yang tidak membutuhkan pengadaan tanah milik warga.

SUMBER

Selasa, 21 Januari 2014

Wika Beton Siapkan Dana Rp 628 Miliar untuk Bangun Pabrik

PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton) akan menggelontorkan modal belanja sebesar Rp 628 miliar untuk mendukung ekspansi perseroan.

Entus Asnawi, Direktur Keuangan & SDM Wika Beton, menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dua pabrik, serta pembelian sejumlah tanah.

Info Proyek, Proyek 2014, Pembangunan, Besi Beton


"Dananya berasal dari kas internal. Sebesar Rp 350 miliar untuk pabrik di Lampung serta pembangunan pabrik di Cilegon dengan dana sebesar Rp 175 miliar, sisanya untuk pembelian lahan," katanya, Selasa (21/1/2014).

Perseroan akan membangun pabrik beton di Lampung Selatan dengan lahan seluas 80 hektare (Ha). Dengan rincian 60 Ha untuk bangunan dan sisanya untuk prasarana pendukung.

"Ini untuk produksi Piles Cylinder dengan diameter 2 meter dengan panjang 60 meter, sedangkan kapasitas produksi pabrik di Lampung sebesar 200.000 ton per tahun," jelasnya.

Sedangkan pabrik di Cilegon merupakan hasil joint venture dengan PT Krakatau Enginering (anak usaha Krakatau Steel). Pabrik ini berkapasitas sebesar 100 ribu ton per tahun.

Pabrik di lampung akan mulai beroperasi pada Agustus 2014. Sedangkan pabrik di Cilegon akan mulai beroperasi pada Juli 2014.

Sisanya atau sebesar 15 persen dari dana belanja modal akan dilakukan untuk pembelian lahan perseroan yang akan dilakukan di Bogor, Pasuruan, dan Kalimantan Timur.


SUMBER

KAWAT SILET

Kawat Silet atau kawat duri silet (RAZOR WIRE) adalah pengaman yang sangat baik dan efektif. Kawat Silet ini terbuat dari kawat dan plat galvanis yang memiliki daya anti karat yang sangat baik.

Jual Kawat Silet Murah, Info Harga Besi, Distributor Jakarta, Pabrik

Jual Kawat Silet Murah, Info Harga Besi, Distributor Jakarta, Pabrik

Kawat Silet ini fungsinya hampir sama dengan Kawat Duri, hanya saja lebih kepada pengamanan level tinggi.



Berikut type Razor Wire yang tersedia :
  • BTO 22 | Double | Panjang 7 Meter
  • BTO 30 | Double | Panjang 7 Meter
  • CBT 65 | Double | Panjang 7 Meter
  • CBT 65 | Single  | Panjang 14 Meter



Kawat duri silet adalah kawat strip logam dengan tepi yang tajam dan berbentuk silet. Istilah 'razor wire' umumnya digunakan untuk menggambarkan ketajaman dari kawat berduri standar. Ini dinamai sesuai tampilannya. Kawat duri ini dirancang untuk menimbulkan luka serius pada siapa pun yang nakal mencoba untuk melewatinya dan banyak diaplikasikan untuk keamanan tinggi. Biasanya pada Lembaga pemasyarakatan (penjara), dan banyak digunakan juga sebagai pembatas ketika terjadi huru-hara.


Kami juga menyediakan Kawat Duri. Silakan Cek Disini >> KAWAT DURI

ANDA BUTUH KAWAT SILET MURAH??

UNTUK INFO PEMESANAN

HUBUNGI :

FixLine: 021-29483795

Tlp: 021-35891020

Hp: 081281884777 / 0812 932 88588 / 085772007009 / 081807118712

Email: 
givro.multitek@gmail.com




Senin, 20 Januari 2014

Pembangunan Rumah Murah di Jateng Tak Capai Target

SEMARANG--Target pembanguan rumah sederhana program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak hampir 9.000 unit di Jawa Tengah pada 2014 dinilai sangat sulit tercapai.
Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia wilayah Jateng bidang Promosi, Publikasi, dan Kehumasan Dibya K. Hidayat menuturkan kendala terbesar pembangunan rumah FLPP adalah ketersediaan lahan. Akibatnya, realisasi pembangunan selalu di bawah target.

Pembangunan, Rumah murah, Info proyek, proyek 2014
Sumber foto : Bisnis.com


Pada 2013, lanjutnya, dari target 11.000 unit, hanya sekitar 5.000 unit yang berhasil dibangun. "Tahun ini targetnya 8.900 unit, hampir 9.000 unit FLPP. Kalau boleh jujur itu target semata, sulit sekali merealisasikannya," ujar Dibya, Jumat (17/1).

Menurutnya, lokasi lahan yang tersedia untuk FLPP kebanyakan jauh dari pusat kota dan minim sarana-prasarana penunjang, seperti akses jalan, transportasi umum, pasar, dan sekolah.

"FLPP di Semarang susah sekali, tinggal di wilayah Gunung Pati, tetapi ini terkena Perda Kawasan Konservasi. Kalau lokasinya terlalu jauh, pasarnya sulit," katanya.

Terkait minimnya infrastruktur, REI berharap pemerintah daerah bisa bersinergi guna mendukung pengembangan pemukiman sederhana dengan menggulirkan proyek infrastruktur APBD di lokasi tersebut.

"Dari anggota 160 pengembang, tidak sampai 10% yang mengarap FLPP. Soal lahan dan infrastruktur pendukung yang paling berat," imbuhnya.

Saat ini, imbuhnya, REI tengah menunggu revisi harga FLPP dari Rp88 juta/unit menjadi Rp105 juta/unit yang masih digodok oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Keuangan.
"Harga FLPP ini harus naik, karena ongkos produksi naik, terutama bahan material bangunan seperti semen dan besi mulai merangkak. Kalau tidak pengembangnya KO (knockout)," tuturnya.
Namun, apabila harga dinaikkan, Dibya mengakui akan terjadi kenaikan cicilan bunga, risiko terkena PPn, dan tidak tepat sasaran pembeli.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sebelumnya menilai anggaran yang ditetapkan untuk penyaluran kredit pemilikan rumah dengan skim FLPP pada 2014 terlalu rendah.

Anggaran KPR-FLPP sebesar Rp3 triliun pada 2014 rencananya akan disalurkan untuk 60.400 unit rumah. Dibandingkan dengan anggaran pada 2013 sebesar Rp6,9 triliun untuk 121.000 unit rumah, jumlah tersebut hanya separuhnya.


 SUMBER

Proyek Pembangunan 66 'Smelter' Dipercepat

Pemerintah mempercepat  proyek pembangunan 66 unit pabrik pengolahan (smelter) mineral pasca penerapan UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Senin, mengatakan pemerintah sudah berketetapan melarang ekspor mineral mentah atau bijih mulai 12 Januari 2014 sesuai amanat UU 4/2009.

Info Proyek, 66 smelter, proyek 2014, pembangunan
Menteri ESDM, Jero Wacik, saat meresmikan jaringan distribusi listrik pedesaan & pemanfaatan air bersih dari sumur bor untuk masyarakat, di Buleleng, Bali. Sumber foto :



"Sekarang ini ada 66 smelter yang sedang kami kejar pembangunannya," katanya.

Menurut dia, dari 66 itu, 16 smelter sudah mencapai progres 6-10 persen atau masuk tahap analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan 15 unit tahap peletakan batu pertama (ground breaking) atau mencapai antara 11-30 persen.

Selanjutnya, sebanyak 10 smelter mencapai progres 31-50 persen atau memasuki tahap pertengahan konstruksi, dan 25 unit tahap akhir konstruksi (51-100 persen).

Di luar itu, 112 smelter sedang dalam tahap studi kelayakan.

Sejumlah smelter yang sudah sampai tahap 100 persen antara lain PT Manoken Surya di Cikarang untuk zirkon, PT Delta Prima Steel (pasir besi), PT Meratus Jaya Iron Steel di Kalsel (besi), PT Cilegon Indofero (nikel), PT Krakatau Posco (besi), Indotama Ferro Alloy (mangan), PT Indonesia Chemical Alumina di Tayan (bauksit), dan PT Cahaya Modern Metal Mining (nikel).

Lalu, PT Bintang Delapan Mineral (nikel) tercapai 53 persen, PT Sebuku Iron (bijih besi) 40 persen, PT Kembar Emas 35 persen, PT Lumbung Mineral Sentosa di Bogor (timah hitam) 35 persen, PT Multi Baja Industri di Tuban, Jatim (nikel) 20 persen, PT Sumber Surya Daya Prima (pasir besi) 20 persen, dan PT Citra Jaya (nikel) 8 persen.

Jero berharap, perusahaan tambang tidak perlu menunggu sampai tiga tahun untuk menyelesaikan pembangunan smelter. "Kalau bisa dalam berapa bulan," katanya.

Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2014 dan Permen ESDM No 1 Tahun 2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian di Dalam Negeri masih mengizinkan ekspor mineral olahan atau konsentrat hingga 2017.

Sesuai Permen ESDM 1/2014, kadar minimum konsentrat yang bisa diekspor adalah tembaga 15 persen, bijih besi 62 persen, pasir besi 58 persen dan pelet 56 persen, mangan 49 persen, seng 52 persen, dan timbal 57 persen.

Di sisi lain, pemerintah juga menerapkan disinsentif berupa pengenaan bea keluar (BK) bagi konsentrat tambang untuk mempercepat pembangunan smelternya.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan, BK diterapkan secara progresif antara 20-60 persen mulai 2014 hingga 2016.

BK sebesar 60 persen merupakan tarif maksimal sesuai aturan yang ada.

Untuk konsentrat tembaga, BK dikenakan 25 persen pada 2014, 35 persen semester pertama 2015, 40 persen semester kedua 2015, 50 persen semester pertama 2016, dan 60 persen semester kedua 2016.

Di luar tembaga yakni konsentrat besi, mangan, timbal, seng, besi ilmenit, dan titanium, BK dikenakan 20 persen pada 2014, 30 persen semester pertama 2015, 40 persen semester kedua 2015, 50 persen semester pertama 2016, dan 60 persen semester kedua 2016.

Jero mengatakan, penerapan UU memang berdampak pada perusahaan tambang yang sebelumnya mengekspor bijih.

"Perusahaan tambang itu sudah beroperasi lama dan untung banyak, jadi istirahat sebentar saja. Sambil saya desak 66 smelter segera beroperasi," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan aparat kepolisian, TNI, dan bea cukai mengamankan pelaksanaan UU Minerba.

"Tentu dalam masa transisi pasti ada persoalan. Tapi, kami harapkan dalam 1-2 minggu akan normal," katanya.

Jero juga memperkirakan, pada 2015, sudah terjadi surplus antara dampak sesudah dan sebelum penerapan UU Minerba dan makin meningkat di tahun-tahun selanjutnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada periode Januari-Oktober 2013, volume ekspor bijih nikel tercatat 46,5 juta ton, bijih dan pasir besi 16,11 juta ton, bauksit 47,01 juta ton.

Dengan pemberlakuan UU Minerba, maka Indonesia tidak lagi mengekspor mineral-mineral mentah atau bijih tersebut.


SUMBER

Jumat, 17 Januari 2014

Banten Melanjutkan Pembangunan Danau Buatan

Bupati Pandeglang, Provinsi Banten Erwan Kurtubi menyatakan proses pembangunan Danau Cibama yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, terus berlangsung.

"Saat ini tim sedang melakukan inventarisasi lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan danau tersebut," katanya di Pandeglang, Senin.


info proyek, proyek 2014, pembangunan, danau buatan, banten



Inventarisasi lahan, kata dia, perlu waktu cukup lama, apalagi lokasi pembangunan danau tersebut berada di lahan miliki masyarakat.

"Kegiatan inventarisasi, diantaranya menyangkut luasan lahan serta status kepemilikannya," ujarnya.

Erwan menyatakan pemerintah Kabupaten Pandeglang berhadap pembangunan Danau Cibama segera direaliasikan sehingga dapat mencegah terjadinya banjir di daerah tersebut.

"Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum merencanakan membangun Danau Cibama, kita berharap dapat segera direaliasikan," katanya.


Bupati berharap pembangunan danau itu, dapat mengantisipasi atau paling tidak meminimalisasi banjir di Pandeglang, selain untuk menyediakan persediaan air baku bagi warga.

Rencananya, kata dia, danau tersebut akan dibangun pada 2014, dan pemerintah Kabupaten Pandeglang mendukung rencana tersebut, dan kalau bisa dapat dimajukan pembangunannya 2013.

Setiap musim penghujan, banjir selalu melanda wilayah Pandeglang bagian selatan, dan keberadaan danau, kalau rampung sudah dibangun, diharapkan menjadi solusi mengatasi musibah tersebut.

Pada awal 2013 , Pandeglang dilanda dua banjir bandang akibat meluapnya air sungai di daerah tersebut. Banjir tersebut merendam 19.490 unit rumah dan 8.832 hektare sawah serta "memaksa" puluhan ribu warga harus mengungsi ke masjid, sekolah dan madrasah diniyah awaliyah.

SUMBER

Ini dia Mega Proyek Jalur Pipa Arun-Belawan

Puluhan pipa baja menumpuk di sisi-sisi jalan perkebunan tebu milik PT Perkebunan Nusantara II (Persero) di Kabupaten Langkat, Kecamatan Stabat, Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Sumber kami (Liputan6.com) yang berkesempatan menyambangi proyek pembangunan pipa gas Arun-Belawan, nampak beberapa pekerja sibuk mengelas pipa menjadi sambungan utuh, mendorong pipa ke rawa menggunakan traktor berukuran sedang, termasuk mobil pengeruk tanah yang bertugas membuat galian jalur pipa.

Mega Proyek, Info Proyek 2014, pembangunan


Galian jalur ini telah dipersiapkan supaya traktor dengan mudah membenamkan pipa-pipa itu. Tak heran jika kita akan melihat pemandangan kontras antara hamparan kebun tebu yang hijau dan jalan rusak di kawasan perkebunan.

Pipa-pipa gas tersebut seluruhnya akan tersambung menjadi satu kesatuan melalui jalur pipa gas Arun Belawan. Pipa ini mempunyai panjang 12 meter dan lebar 24 inchi.

Menurut Vice President Project Management PT Pertagas, Aman Manurung, pipa gas ini membentang sepanjang 350 kilometer dari Arun, Lhoksemawe menuju Belawan Medan. Jalur pipa Aceh sepanjang 250 km dan Sumut 100 km.

"Area pengerjaan proyek terbagi menjadi tiga, yakni Area 1 Medan melewati Belawan, Tanjung Pura, Hinai, Slabat dan Pangkalan Brandan. Area 2 meliputi Aceh, Taminang, Langsa, dan Area 3 bermula dari Lhokseumawe," ujarnya saat ditemui di Area 3 KM 250 Pembangunan Pipa Gas Arun Belawan, Langkat, Medan, Kamis (16/1/2014).

Lebih jauh Aman mengatakan, pembangunan jalur pipa ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi, khususnya bagi Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, dia bilang, kerap terjadi pemadaman listrik rutin yang menimbulkan kerugian untuk masyarakat sekitar maupun sejumlah industri.

Maklum, Aceh dan Sumut dikelilingi oleh kawasan industri. Contohnya saja Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

"Pasokan gas ditargetkan bisa mencapai 200 mmscfd atau 200 juta kaki kubik dan bisa ditingkatkan mencapai 350 mmscfd," ucap dia.

Rencananya, Aman mengaku, gas alam tersebut akan disuplai untuk PT PLN (Persero) sebagai bahan bakar pembangkit listriknya yang berada di Aceh. Selain itu, pihaknya juga telah berkomitmen memasok gas ke wilayah KEK dan KIM.

Dia berharap, proyek senilai US$ 420 juta yang telah dimulai pada Juni 2013 (clearing) itu bisa masuk ke tahap commisioning pada Oktober 2014. "Karena pembangunan jalur pipa gas Arun Belawan ini sudah 80% selesai. Jadi kami optimistis Oktober ini mulai commisioning," pungkas Aman.


SUMBER

Kamis, 16 Januari 2014

Proyek Tol Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang Dimulai Juni 2014

PROYEK TOL JAKARTA - Dua ruas jalan tol di Jakarta dari total enam ruas mulai dikerjakan pada pertengahan 2014.

"Rencana pembangunan dua ruas jalan tol koridor timur ke barat masih kami matangkan lagi. Diperkirakan pembangunannya akan dimulai pada pertengahan tahun ini," kata Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudi Siahaan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).

Info Proyek 2014, Pembangunan, Tol Semanan Sunter




Menurut Manggas, kedua ruas tol yang akan dibangun itu, yakni Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang. Pengerjaan konstruksi diperkirakan dimulai pada pertengahan 2014 dan selesai dalam waktu tiga tahun kedepan.

"Kami memperkirakan pembangunan dua ruas jalan tol itu akan rampung pada 2017 mendatang. Setelah rampung, dilanjutkan dengan pembangunan empat ruas jalan tol secara bertahap," ujar Manggas.

Dia menuturkan pembangunan kedua ruas jalan tol yang dilakukan oleh PT Jakarta Tollroad Development (JTD) itu didahulukan karena akan dijadikan sebagai jaringan jalan tol lingkar dalam atau inner ring road di Jakarta.

"Karena akan dijadikan sebagai inner ring road di Jakarta, maka diperlukan manajemen transportasi yang baik, sehingga kedua ruas jalan tol itu dapat berfungsi maksimal sebagai pengurai kemacetan," ujarnya.

Dia mengungkapkan nantinya, keberadaan dua ruas jalan tol tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi, tetapi juga untuk kendaraan umum.

"Jadi, dua ruas itu tidak murni sebagai jalan tol yang hanya bisa dilewati kendaraan pribadi. Tapi, disitu ada juga jalur busway, dan kendaraan umum juga bisa lewat disitu," ungkap Manggas.

Dia menambahkan kedua ruas jalan tol tersebut juga diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut barang.

Selain dua ruas itu, empat ruas jalan tol lainnya yang akan dibangun di Jakarta, antara lain Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang dan Pasar Minggu-Casablanca.


SUMBER

Rabu, 15 Januari 2014

DKI Akan Bangun Jalan Layang Khusus Transjakarta

Pembangunan dua ruas jalan dari enam ruas jalan toll JORR akan mulai dibangun tahun ini oleh PT Jakarta Tollroad Developement (JTD).


Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudi Siahaan memastikan pembangunan dua ruas jalan tol akan dibangun dari koridor Timur hingga Barat.



Info Proyek Jakarta 2014, Pembangunan, Jalan Layang, Transjakarta


Dua ruas toll yang akan dibangun adalah ruas tol Semanan-Sunter dan dari Sunter hingga Pulogebang yang direncanakan dimulai pertengahan 2014 dan selesai pada 2017. “Pembangunan jalan tol ini akan terus kami matangkan,”ujarnya di Balai Kota, Jumat (10/1).

Dia menambahkan dua ruas jalan tol yang akan dibangun menjadi prioritas karena menjadi jaringan inner ring road di Jakarta. Diharapkan, dua ruas jalan tol ini dapat mengurai kemacetan dan dibutuhkan manajemen transportasi.


“Yang pasti Kementrian Pekerjaan Umum sudah mau mengakomodasi permintaan pemprov untuk menjadikan satu ruas jalan toll untuk bus transportasi massal,”jelasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menambahkan akan membangun jalan layang khusus transportasi umum yang terhubung dengan ruas jalan toll. Jalan layang ini nantinya akan dibangun melingkar (loop line) untuk transportasi massal dan angkutan barang.
Mantan bupati Belitung Timur ini mengatakan nantinya akan dibangun 19 titik halte untuk menaikan dan menurunkan penumpang pada loop line khusus bus ini. “Kami akan segera membangun koridor 13 (Blok M hingga Pondok Kelapa) dan koridor 14 terlebih dahulu (Stasiun Manggarai – Universitas Indonesia),” tuturnya.

Penyediaan satu ruas jalan toll untuk bus transportasi umum merupakan langkah Pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pemprov menginginkan agar warga luar Jakarta yang ingin ke Jakarta tidak perlu menggunakan mobil pribadi.


SUMBER

Senin, 13 Januari 2014

Progres Proyek PLTU Riau sudah mencapai 72,4%

Proyek PLTU Riau merupakan salah satu proyek percepatan 10 ribu mega watt (MW) Tahap I di luar Jawa dengan kapasitas 2x110 MW yang terletak di Kecamatan Tenayan Raya.

Dikutip dari INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) mencatat progres proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau telah mencapai 72,4%.

"Proyek PLTU Riau akan selesai dan beroperasi Comersial Operasional Date (COD) untuk Unit 1 pada bulan September 2014 dan untuk Unit 2 pada Desember 2014,' demikian seperti mengutip situs PLN, Minggu (12/1/2014).

Info Proyek 2014, Pembangunan


Dengan beroperasinya PLTU Riau ini akan sangat membantu sistem kelistrikan Sumatera Bagian Tengah khusus Riau.

Saat ini beban puncak di Riau mencapai 474 MW sedangkan daya mampu pembangkit di Riau 400 MW dan dibantu oleh sistem Sumatera sebesar 80 MW. Pertumbuhan kelistrikan di Riau dan Kepulauan Riau saat ini mencapai 14% per tahun.

SUMBER

Jumat, 10 Januari 2014

Surakarta akan Bangun Gedung di Situs Bunker Kuno

Di kutip dari TEMPO.CO, Surakarta--Pemerintah Kota Surakarta berencana untuk membangun gedung perkantoran di sekitar situs bunker kuno yang ada di kompleks balai kota. Gedung itu akan digunakan sebagai perkantoran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Bunker kuno yang ada di bagian belakang kompleks balai kota itu diperkirakan dibangun pada masa kolonial. Keberadaan bunker itu terdeteksi sekitar dua tahun lalu dan baru berhasil digali pada akhir tahun kemarin. Bangunan itu diduga merupakan salah satu sistem pertahanan pemerintah Kolonial Belanda.



Info Proyek 2014, Surakarta,  Pembangunan, Bunker Kuno.




Kepala Dinas Tata Ruang Kota, Endah Sitaresmi mengatakan bahwa pembangunan gedung perkantoran tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. "Kami langsung menundanya begitu ada informasi dari warga mengenai keberadaan bunker di kompleks itu," katanya, Kamis 9 Januari 2014. Mereka memilih untuk melakukan penggalian untuk membuktikan informasi tersebut.


Keberadaan bunker itu ternyata terbukti setelah pihaknya melakukan penggalian bersama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Bangunan bertembok tebal itu memiliki ruang yang cukup luas dengan panjang 15,4 meter dan lebar 4,6 meter. "Bangunannya masih utuh, hanya ada bagian berlubang lantaran tertembus pipa drainase," kata Endah.

Meski demikian, Endah menyebut bahwa keberadaan bunker kuno itu tidak akan menghentikan rencana pembangunan gedung perkantoran. Bahkan, mereka akan memulai pembangunannya pada pertengahan tahun ini. "Tentunya kami harus mengubah desain perencanaan yang sudah pernah dibuat," katanya. Sebab, desain yang lama tidak memperhitungkan adanya bunker di tempat itu.

Menurut Endah, desain perencanaan tersebut harus mengakomodir keberadaan bangunan cagar budaya yang ada di kompleks itu. "Memang cukup sulit karena lahannya tidak seberapa luas," katanya. Saat ini pihaknya telah membentuk tim untuk merumuskan desain baru untuk bangunan perkantoran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil itu.

Salah satu aktivis Komunitas Pecinta Cagar Budaya Nusantara, Agus Anwari mengatakan bahwa pembangunan gedung di situs tersebut sebenarnya tidak melanggar aturan. Hanya saja, dia menyarankan agar Pemerintah Kota Surakarta terlebih dulu menyelesaikan penelitian mengenai bunker tersebut.

"Kajian mengenai fungsi bunker pada masa lampau belum ditemukan secara komplet," katanya. Dia yakin sejarah bunker itu bisa ditemukan di perpustakaan yang berada di Museum Leiden Belanda. Sebab, kompleks balai kota itu dulunya merupakan rumah dinas pejabat residen pada masa kolonial. "Museum itu banyak menyimpan arsip-arsip terkait sejarah Kota Surakarta," katanya melanjutkan.

Apalagi, bunker kuno juga didapati di sejumlah lokasi lain di Surakarta. Dia menduga ada keterkaitan antara bunker di balai kota dengan bunker-bunker lain. "Penelitian tentang bunker ini harus dibuat secara komperehensif," katanya.

Jika pembangunan gedung itu memang mendesak, Agus meminta agar desainnya diselaraskan dengan keberadaan bunker kuno itu. "Sebaiknya jangan membuat bangunan bergaya modern seperti bangunan lain di kompleks balai kota," katanya. Selain itu, konstruksi bangunan juga tidak boleh merusak bunker yang sudah tua itu.


SUMBER

Kamis, 09 Januari 2014

Proyek Waduk Karian Ditender Ulang

Proyek pembangunan Waduk Karian di Jawa Barat akan dilakukan tender ulang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), karena ada protes peserta yang kalah lelang. Proses lelang dinilai tidak sesuai dengan aturan lelang di Indonesia.

Semula, Kementerian PU telah memenangkan Konsorsium Daelim dengan PT Wijaya Karya Tbk untuk pembangunan proyek senilai Rp1,7 triliun ini.

Dikutip dari VIVANEWS, Kepala Badan Pembina Konstruksi Kementerian PU, Hediyanto W Husaini, Selasa 7 Januari 2014, mengungkapkan pihaknya belum memberikan rekomendasi kepada panitia lelang.

Info Proyek 2014, pembangunan, waduk karian
Ilustrasi Pembangunan Waduk


"Kami akan memberikan rekomendasi kepada panitia lelang, tapi keputusannya nanti akan tergantung panitia. Karena kami tidak bisa mengintervensi," ujar Hediyanto kepada VIVAnews.Tahapan lelang ini, menurut Hediyanto, dinilai tidak sesuai dengan aturan karena panitia mengikuti aturan lelang Korea. Seperti pengundangan penawaran. Selain itu, saksi juga dianggap tidak jelas.

Proyek Waduk Karian, Hediyanto menjelaskan, mendapatkan dana dukungan pembiayaan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) sebesar US$100 juta.

Menurut Hediyanto, setelah melakukan evaluasi, ternyata isi gugatan peserta yang kalah lelang itu benar. "Untuk itu, kami menyatakan pemenang yang kemarin gugur," kata dia.

Selanjutnya, ia menambahkan, pemerintah akan melakukan tender ulang dari pemasukan dokumen ulang. Peserta tender pun masih  Konsorsium Daelim dengan PT Wijaya Karya Tbk, Konsorsium Hyundai dengan PT Brantas Abipraya dan Konsorsium Dongbu, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk.

Waduk Karian didesain mempunyai kapasitas 219 juta meter kubik dengan debit air sekitar 14,6 meter kubik per detik. Pembangunannya diperkirakan memerlukan waktu  3 hingga 4 tahun.

Waduk ini dibangun untuk mencukupi kebutuhan air baku untuk perkotaan dan industri di kawasan Tangerang, Serang, dan Cilegon dengan kapasitas 9,1 meter kubik per detik. Selain itu waduk ini juga akan menjadi salah satu pengendali banjir di area jalan tol Tanggerang-Merak. 

SUMBER

Rabu, 08 Januari 2014

Demi Proyek MRT, Stadion Lebak Bulus dibongkar.

Dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membongkar Stadion Lebak Bulus. Stadion itu digusur untuk pembangunan depo kereta bawah tanah (MRT).



Info Proyek 2014, Pembangunan, lebak bulus, stadion, proyek mrt



Dikutip dari Vivanews, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan lapangan sepak bola di Taman BMW, Jakarta Utara akan jadi pengganti Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Meski saat ini Taman BMW itu masih terkendala masalah lahan, Basuki optimistis pembangunan tetap berjalan karena ada beberapa bagian lahan yang sudah dibebaskan.

"Stadion BMW ada yang sudah sertifikat sebagian," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 Januari 2013.

Menurutnya, dari segi desain, Taman BMW cukup idelal. Selain ruang terbuka hijau, di sana juga ada stadion sepak bola. Total Taman BMW memiliki luas 6,6 hektare.

 
Namun karena akan menjadi pengganti Stadion Lebak Bulus, maka yang diutamakan adalah pembangunan stadionnya.

"Ini sudah siap kok. Yang bermasalah pembebasan lahan. Kalau yang belum bebas tidak kami kerjakan. Yang utama stadionnya saja," ujar dia  

Selasa, 07 Januari 2014

Jokowi kebut proyek Giant Sea Wall

Dikutip dari Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang juga akrab disapa Jokowi mengamini proyek Giant Sea Wall atau Tanggul Raksasa di Jakarta Utara akan mulai dikerjakan pada tahun ini.


Info Proyek 2014, Jokowi, Pembangunan, Giant Sea Wall, Tanggul Raksasa


"Ya enggak apa-apa bila memang visibility studinya sudah rampung, saya sudah baca kalkulasinya, kalau positif ya silakan jalan," kata Jokowi di Balai Kota, Jumat (27/12/2013) lalu.

Jokowi juga berharap, mega proyek yang dikerjakan bersama pemerintah pusat itu bisa dikerjakan segera mungkin.

"Ngapain lama-lama, itu bisa menjadi plan kedua-plan ketiga kalau ada masalah-masalah banjir. Artinya kalau dibutuhkan buka langsung air masuk ke sana," jelasnya.
 Jokowi juga menambahkan, pembangunan Giant Sea Wall ini merupakan proyek berskala besar, sehingga harus digarap bersama pemerintah pusat. Pemprov DKI sampai kini masih berupaya memajukan pembangunan proyek tersebut dari 2020 menjadi 2014.

 "Iya dong, proyek sebesar ini harus berjalan dengan pemerintah pusat. Tadinya malah mau dikerjakan pada tahun 2020, tapi sekarang kita sudah majukan supaya bisa dipercepat 2014," begitu bebernya.

Menurut Jokowi, proyek Tanggul Raksasa (Giant Sea Wall) bisa dipercepat dengan catatan sudah dikalkulasikan, visible, dan memperhatikan dampak-dampak lingkungan di sekitarnya.

 "Kalau sudah visible, kalkulasinya sudah, kemungkinan dampak lingkungannya sudah diperhitungkan, baru kita ketuk," pungkas Jokowi.



SUMBER

Senin, 06 Januari 2014

Proyek Monorel Jakarta Mandek

Dikutip dari detikFinance - Bagaimana perkembangan dua Proyek transportasi super modern (MRT Jakarta dan Monorel Jakarta) itu?

Menurut pantauan detikFinance, proyek MRT Jakarta tahap I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih dikerjakan para kontraktor asal Indonesia dan Jepang. Meski lambat, PT MRT Jakarta mengklaim moda ini bisa beroperasi dan dinikmati warga Jakarta pada Semester I 2018.

Info Proyek 2014, Jakarta, Pembangunan, Monorail, Monorel


Lantas bagaimana perkembangan proyek Monorel Jakarta yang dikelola PT Jakarta Monorail. Pada lokasi ground breaking atau peletakan batu pertama proyek monorel Jakarta di daerah Kuningan atau di dekat Hotel Four Seasons Jakarta Selatan tampak tidak ada aktivitas kontruksi pasca ground breaking pada 16 Oktober 2013 lalu.

Kontraktor pada proyek ini adalah China Communication Construction Company Ltd (CCCC) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Direktur Waskita Karya M Choliq menjelaskan proses kontruksi proyek Monorel Jakarta praktis terhenti sekitar 2 bulan lebih hingga saat ini.

Menurutnya Waskita yang bertindak sebagai sub kontraktor masih menunggu design atau rancangan proyek monorel dari kontraktor utama asal China.

"Jadi masih tunggu design dari China. Pekerjaan kontraktor praktis berhenti sekitar 2 bulan," kata Choliq kepada detikFinance Sabtu (4/1/2014).

Namun Choliq tidak bisa memastikan kapan proses kontruksi bisa dimulai kembali. "Saya nggak tahu, Waskita kan sebagai sub kontraktor," jelasnya. 

Sementara Direktur Teknik Jakarta Monorail Bovanantoo enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi terkait kelanjutan proyek moda transportasi masa depan DKI ini.

"Senin saja. Saya masih di luar kota," kata Bovanantoo.

Proyek Monorel Jakarta sendiri memiliki 2 rute yakni green line (jalur hijau) dan blue line (jalur biru). Blue line membentang sepanjang 14,2 km dari Tebet-Suharjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambasador-Sudirman WTC-Menara Batavia-Dukuh Atas-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Tomang-Taman Anggrek.

Sementara Green line yang membentang sepanjang 14,8 km dari Casablanca-Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setia Budi Utara-Karet-Pajempongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBD-Komdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca.

SUMBER

Sabtu, 04 Januari 2014

Demi Proyek MRT Tujuh Halte Transjakarta Akan Dibongkar

Jakarta - PT Mass Rapid Transit Jakarta akan membongkar tujuh halte Transjakarta di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin. Ketujuh halte di Koridor I, Blok M-Kota, ini dibongkar untuk pembangunan kereta MRT jalur bawah tanah.

Info Proyek 2014, TransJakarta, Pembangunan, Proyek MRT, Halte TransJakarta
Jalur Busway terlihat sepi di depan Shelter Transjakarta Monumen Nasional, Jakarta, (5/9). Operasional Bus Transjakarta koridor 1 tujuan Blok M-Kota ditutup sementara karena adanya aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI. Tempo/Dian Triyuli Handoko


Ketujuhnya adalah halte Bundaran Senayan, halte Polda, halte Karet, halte Setiabudi, halte Tosari, halte Bundaran Hotel Indonesia, dan halte Sarinah. "Semuanya akan dibongkar dan diganti," kata Direktur Utama PT MRT Dono Boestami di Hotel Pulman, Jakarta Pusat, pada Kamis, 2 Januari 2014.

Pertama, halte Bundaran Senayan dan halte Polda, posisinya akan digeser ke arah selatan dengan ukuran serupa. Lokasi bekas pembongkaran akan dibangun stasiun MRT.

Kemudian halte Karet dan halte Setiabudi akan dibongkar total. Sebagai gantinya akan dibangun halte baru yang luasnya sama dengan kedua halte tersebut jika digabung. Letaknya di tengah-tengah Karet-Setiabudi.

Selanjutnya halte Tosari dan halte Sarinah akan diperpanjang enam pintu. Sebab, halte Bundaran Hotel Indonesia akan dihilangkan. "Jadi bebannya dibagi ke Sarinah dan Tosari," ujar Dono.

Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono menjamin pembangunan halte ini tidak akan mengganggu trayek Transjakarta. "Dibongkarnya juga setelah halte baru berdiri," ujarnya. Pembangunan dan perobohan halte dijadwalkan rampung Mei.

SUMBER

Jumat, 03 Januari 2014

Mulai Awal 2014 Proyek Monorel Bandung Akan Dibangun

Bandung -Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan pembangunan fisik monorel Bandung Raya akan bisa dilasanakan pada awal tahun 2014. Kalau semua pihak setuju, ok, kita jalan, Ucap Heryawan seusai Rapat Paripurna DPRD Jabar, di gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu 26 Juni 2013.

Info Proyek 2014, Pembangunan, Monorel Bandung



Heryawan merasa optimis proyek monorel ini berjalan sesuai harapan. Ia mengatakan pihak BUMN China. China National Machinery & Equipment Import & Export Corporation (CMC) terlihat lebih aktif untuk kerjasama dalam proyek monorel ini.

"Saya yakin, karena yang mau menawarkan pada kita adalah mereka. Biasanya kalau pihak investor aktif, itu sudah masuk hitung-hitungan kasar," ucapnya.

CMC adalah BUMN China yang telah sepakat ntuk berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengadakan proyek monorel Bandung Raya. Penandatanganan nota kesepahaman (letters of Intens) untuk tahap awal sudah dilakukan pihak pemprov Jabar dengan CMC di Beijing, China, pada 8 Juni 2013 lalu.

Adapun selain mendapat bantuan kerjasama dari CMC, Heryawan mengatakan untuk biaya rencana dan pembangunan monorel ini akan dibiayai dari Asian Development Bank (ADB) dan penjualan obligasi provinsi Jawa Barat kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Dareah (Bappeda) Jabar, Deny Juanda, mengatakan masterplan pembangunan monorel akan dikerjakan bersama-sama dengan pihak CMC. Dan untuk gambaran besarnya akan di fokuskan di poros utara-selatan Bandung Raya. �Kita akan rancang dan analisis bersama-sama sejak awal, katanya kepada Tempo, Rabu, 26 Juni 2013.

Deny mengatakan pembangunan monorel ini untuk menyiasati tingkat kemacetan di kota Bandung. Berdasarkan analisisnya kota Bandung pada tahun 2020 akan mengalami kepadatan oleh kendaraan. Ia pun berharap dengan adanya monorel, masyarakat kota Bandung mendapatkan fasilitas publik yang efisien.

"Jadi misalnya untuk mahasiswa Jatinangor yang bertempat tinggal di bagian Bandung Barat, dengan monorel bisa pulang-pergi tanpa harus mengontrak tempat tinggal di sana," katanya. Pembangunan monorel ini direncanakan akan rampung selama 3 hingga 4 tahun kedepan.

SUMBER

Kamis, 02 Januari 2014

Rusun Sungai Ciliwung Mulai Dibangun

Jakarta -Senin, 30/12/2013, salah satu rumah susun sewa (rusunawa) untuk mayarakat bantaran Sungai Ciliwung mulai dibangun di Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan Kementerian PU akan membangun 2 tower rusun masing-masing 16 lantai. Lokasinya berada di Jl. Jatinegara Barat Raya, Kel. Kampung Melayu, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur dibangun di atas lahan eks. Kantor Dinas Teknis Provinsi DKI Jakarta.

"Jumlah hunian yang ada di menara 1 sebanyak 280 unit dan menara 2 sebanyak 266 unit sarusun (satuan unit rusun), Keseluruhan unit hunian tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang kini tinggal di bantaran sungai Ciliwung khususnya pada segmen Kampung Melayu sampai Manggarai," kata Djoko Kirmanto saat groundbreaking rusunawa Jatinegara Barat seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (30/12/2013).



Info Proyek 2014, Pembangunan, Rusun Sungai Ciliwung



Rusunawa ini, tambah Djoko, selain menyediakan hunian yang layak, aman dan nyaman bagi warga masyarakat juga menjadi bagian dari penanganan pemukiman kumuh di Jakarta.

Djoko menyebutkan bahwa pembangunan Rusunawa di DKI Jakarta sudah dilakukan oleh Kementerian PU sejak tahun 2005. Hingga tahun 2009 telah dibangun 19 menara atau 1.850 unit sarusun, yang saat ini sudah hampir seluruhnya terhuni.

"Pembangunan beberapa menara rusunawa di DKI Jakarta oleh Kementerian PU sendiri adalah bagian perwujudan dari kepedulian yang dimaksudkan untuk membantu Pemprov DKI dalam mengatasi permasalahan permukiman di wilayahnya," tambah Djoko.

Ia berharap penanganan permukiman kumuh dan pencegahannya menjadi agenda prioritas bagi pemerintah daerah, dan mendapatkan alokasi dana yang cukup signifikan. Pola penanganan pemukiman kumuh dengan pembangunan rusunawa ini telah layak dijadikan contoh bagi kota-kota metropolitan dan kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.

"Harapan kami, pembangunan rusunawa seperti di DKI Jakarta ini, tidak hanya sekedar berhenti pada pembangunannya, namun juga tetap dapat berkesinambungan dalam pemeliharaan dan pengelolaannya," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Imam S. Ernawi menjelaskan bahwa, Pembangunan Rusunawa Jatinegara Barat difasilitasi oleh Kementerian PU di atas tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan peruntukan bagi sebagian masyarakat yang saat ini tinggal di bantaran Sungai Ciliwung.

"Keberadaan Rusunawa ini selain untuk menyediakan hunian layak, nyaman dan aman bagi masyarakat, secara tidak langsung juga akan menjaga ekosistem di bantaran Sungai Ciliwung," kata Imam.

Imam melanjutkan, lama pelaksanaan pembangunannya selama 1 tahun (2013-2014), dengan total anggaran Rp 160,24 miliar. Yang mana pembangiannya meliputi Tower A, 280 unit hunian tipe 30 (Rp 81,45 miliar) dan Tower B, 266 unit hunian tipe 30 (Rp 78,79 miliar).

SUMBER